3N (Nugroho, Novira, dan Nabila)

Wednesday, March 19, 2008

Amandel

Nabila dah 2 hari gak skul, badannya demam...mama pikir Bila kecapean aja, setelah mama ajak ke Blok A Tanah Abang, trs lanjut maen ke rumah temen, pulang sore, malamnya seperti biasa ngaji di rumah gurunya (gak jauh kok dari rumah).

Nah pas mama jemput selesai ngaji, mama pegang kening kepalanya, kok anget? tampangnya lesu, dan abis itu langsung naik ke tempat tidur, minta di kelonin, tapi perasaan gak enak, dari pada panasnya makin tinggi aku kasih obat penurun panasnya.

Paginya mama cek masih anget, karena deg-degan mama berniat cek darah ke RS, berubung kk gw bilang gak usah dulu, krn baru semalam, so gw pantau trs panasnya, dan gw suapin makan Alhamdulillah makan byk, sama mama kasih minum pocari tapi terus ampe malamnya panasnya turun naik, papa juga bolak balik nelp dari kantor ngecek keadaan Bila.

Pulang papa ngantor, Bila seperti biasa masih bisa becanda walaupun keliatan lesu bgt, papa megang lehernya, ternyata ada yg bengkak di leher kirinya, so, kita mutusin ke dokter aja, moga aja dapet obat or antibiotik buat ngurangin rasa nyerinya.

Mama akuin, sebenarnya Bila tuh harus pantang es, kemarin pas lagi di TA Nabila maksi (makan siang) minumnya soft drink dingin, kejadian lagi deh Bila demam krn pembengkakan di amandelnya.

Mama jadi khawatir dgn keadaan Nabila yg gak bisa minum dingin, jadi gak ada salahnya mama berniat supaya amandelnya kita angkat aja? tapi papa gak setuju, krn gak boleh gegabah toh tdk mengganggu pernapasannya Bila dan Nabila masih baik2 aja.

Setelah mama merenung, dan mencari info tentang amandel ini yg bhs kedokterannya dikenal dgn sebutan tonsil adalah bagian dari jaringan limfoid yang berfungsi menangkis infeksi yang menyerang tubuh. Jika seseorang terserang infeksi, maka akan terjadi pembengkakan jaringan limfoid dalam tubuh, termasuk tonsil sebagai upaya pertahanan tubuh. Dengan kata lain, pembengkakan tonsil sebagai indikator bahwa tonsil sedang berupaya melakukan perlawanan terhadap bakteri-virus penyebab infeksi.

Terus pas mama baca2 lagi, kalo kita mikirnya bhw tonsil itu "sumber penyakit" yg akan mengganggu konsentrasi belajar anak kita, trs kedepannya bakalan menurun prestasi di sekolahnya yg akhirnya memutuskan utk cepat2 buat operasi amandel yang hanya didasari oleh pembesaran tonsil dari ukuran normalnya, itu perlu dipikirkan kembali.

Ada baiknya ibu2 seperti gw ini yg gampang panik utk menelusuri sumber infeksi yang menyebabkan terjadinya pembengkakan tonsil. Seperti contoh, kebiasaan minum es yang mengandung zat pemanis buatan (sari manis) plus zat pewarnanya dapat memicu terjadinya iritasi kerongkongan yang berbuntut pada radang-infeksi kerongkongan. Radang kerongkongan ini kemudian menimbulkan berbagai keluhan misalnya sakit menelan, panas badan, demam, batuk-batuk, pilek, dan sebagainya.

Tonsil sebagai salah satu barier pertahanan tubuh seseorang akan berusaha untuk mengatasi infeksi kerongkongan tersebut. Sehingga, terlihat ukuran tonsil nampak lebih besar. Berbagai keluhan yang timbul sebagai akibatnya menyebabkan si anak menjadi lesu dan mengalami kesulitan belajar. Jadi, bukan tonsil yang membengkak sebagai pemicu menurunnya kemampuan belajar si anak, tetapi radang kerongkongan dengan berbagai keluhan yang ditimbulkannya itu.

Terus seperti yg dah gw baca lagi seorang anak yang sehat sekali pun, tonsilnya seringkali menunjukkan pembesaran. Pertumbuhan jaringan limfoid akan mencapai puncaknya pada saat anak berusia 9-10 tahun, lalu ukurannnya akan menyusut secara perlahan. Tonsil merupakan barier pertahanan yang utama pada anak yang berusia kurang dari 3 tahun, sehingga operasi pengangkatannya sedapat mungkin harus dihindari. Pada anak berusia belasan tahun, flu atau infeksi lainnya yang menyerang tubuhnya seringkali merupakan biang keladi membesarnya tonsil.

Lega juga setelah gw tahu ternyata kita tdk boleh mengambil keputusan untuk segera melakukan operasi pengangkatan amandel. Ternyata patut disyukuri loo bila tonsil anak membesar, sebab keadaan itu menunjukkan bahwa ia sedang bekerja keras untuk memusnahkan infeksi yang menyerang tubuh anak tersebut.

Oleh karena posisinya pada pintu masuk saluran nafas dan pencernaan, maka tonsil senantiasa mengalami kontak langsung dengan benda-benda asing atau mikroorganisme yang dapat mnyebabkan berbagai penyakit. Sering pula infeksi pada tonsil didahului oleh infeksi pada bagian tubuh lainnya, seperti radang pada rongga hidung (rhinitis) atau radang pada sinus yang dikenal sebagai sinusitis dalam istilah kedokteran, infeksi umum seperti morbili, dan lain sebagainya.

Gejala dan Tindakan menurut dr. ossyris abu bakar, narasumber dari artikel yg gw baca, Iklim seperti udara dingin, udara yang lembab, suhu yang berubah-ubah, alergi, dan keadaan umum yang buruk (status gizi kurang), merupakan faktor-faktor yang mempermudah terjadinya tonsilitis (radang tonsil). Infeksi yang mengenai tonsil dapat akut atau kronis. Tonsilitis akut banyak dijumpai pada anak-anak khususnya dalam masa sekolah.

Gejala dan tanda yang ditunjukkan dapat berupa demam yang bisa mencapai 39-40 derajat celcius, penderita dapat sampai menggigil, atau kejang-kejang bila terjadi pada anak-anak, badan anak terasa lemas, sakit kepala, sakit pada kerongkongan yang dapat menyebar ke daerah telinga, nyeri saat menelan, air liur menetes karena penderita takut menelan ludahnya sendiri karena nyeri, dan mulut berbau. Pada pemeriksaan akan terlihat tonsil yang membesar, berwarna kemerahan, dengan bintik-bintik kuning pada permukaannya, serta teraba adanya pembesaran kelenjar limfe leher.

Pada prinsipnya penanganannya dengan tirah baring, antibiotika, penghilang rasa sakit, dan penurun panas. Apabila infeksi akut sering kambuh dengan frekuensi 5-6 kali dalam setahun, pengangkatan tonsil merupakan tindakan yang mesti dipertimbangkan. Apabila serangan akut tonsilitis sering kambuh meski telah mendapat pengobatan yang adekuat, tonsilitis kronis merupakan salah satu kemungkinan yang perlu selalu diingat. Infeksi ini dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa. Umumnya, penderita mengeluh karena serangan tonsilitis yang berulang-ulang, sakit pada kerongkongan yang berulang, perasaan ada sesuatu yang mengganjal di kerongkongan bila menelan, dan mulut berbau.

Tonsil dapat tampak membesar dan melekat dengan jaringan sekitarnya, atau mungkin menjadi keriput dengan permukaan yang tidak rata, kripte tampak melebar, dan dipenuhi dengan detritus (bintik-bintik putih seperti beras). Pengangkatan tonsil merupakan pilihan pengobatan dalam menghadapi tonsilitis kronis. Infeksi pada tonsil harus diperhatikan dengan serius karena dapat berfungsi sebagai sarang penyebar infeksi berat. Antara lain demam rematik yang dapat mengenai persendian dan jantung, nefritis (infeksi pada ginjal), infeksi pada mata, radang pada selaput otak, dll.

Lantas, kapan amandel mesti diangkat? Indikasi pengangkatan amandel ada dua -- absolut dan relatif. Indikasi absolut berarti tonsilektomi harus segera dikerjakan. Sedangkan indikasi relatif, pengangkatan amandel hanya merupakan bahan pertimbangan yang tidak mutlak harus dilakukan. Sekali lagi, perlu untuk selalu diingat setiap pembesaran amandel tidak berarti tonsil tersebut harus segera diangkat. Ukuran tonsil bukan merupakan indikator utama untuk dapat dilakukan tonsilektomi (operasi pengangkatan tonsil).

Beberapa indikasi absolut tonsilektomi antara lain pembesaran tonsil yang sampai menutupi jalan nafas atau makanan, tonsilitis akut maupun kronis yang timbul berulang-ulang 5-6 kali dalam setahun, karier atau pembawa penyakit difteri, adanya kecurigaan telah terjadi proses keganasan.

Lalu, bagaimana dengan indikasi relatif tonsilektomi? Indikasi seperti rhinitis (radang rongga hidung) berulang, tonsil yang besar, bernafas melalui mulut dan mengorok, sakit telinga berulang, sakit kerongkongan berulang, infeksi saluran nafas atas berulang, dan lain sebagainya.

Sebagai bahan renungan bersama, amandel bukanlah biang keladi berbagai problem kesehatan, termasuk kemunduran prestasi belajar anak di sekolah. Tonsil justru merupakan salah satu organ tubuh penting sebagai benteng pertahanan untuk menangkis berbagai serangan mikroorganisme.

Mama minta maaf yah Bil..dah lalai, jadinya Bila sakit lagi deh, mama janji Insya Allah mama gak akan kecolongan lagi, dan moga Bila ngerti kalo mencegah lebih baik dari pada sakit kayak sekarang, setuju kan Bil...? cepet sembuh ya sayang...mmuah, ciuman dari mama moga jadi obat yg mujarab, hehehe.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home